Friday, April 24, 2015

Sekolah Bayar Petugas Dishub Rp 3 Juta

Seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mengaku dibayar sekolah untuk mengatur arus lalu lintas di depan sekolah mereka.

Sekolah-sekolah ini sudah lama disoroti di Medan karena menjadi biang kemacetan parah.
Di depan sekolah-sekolah tersebut, sebenarnya ada rambu "dilarang parkir" yang dipasang, tapi tak digubris.



Tapi, fakta di lapangan, deretan panjang mobil diparkir bahkan ada yang diparkir berderet atau berlapis hingga mengambil lebih dari separuh jalan.

Akibatnya, pada jam-jam tertentu, terutama saat antar dan jempur anak sekolah, di jalan depan sekolah-sekolah ini, mobil berjejer mengular. Klakson tak henti dibunyikan. Terjadi kemacetan luar biasa. Ini terjadi setiap hari.

Berdasarkan pengamatan Tribun, ada beberapa parkir berlapis di depan sekolah yang menjadi sumber kemacetan.

Di antaranya di Jl Perintis Kemerdekaan di depan Sekolah Methodist III dan di depan RSUD Pirngadi Medan, Jl Thamrin di depan Perguruan Sutomo, SMA Santo Thomas di Jl S Parman, dan Jl Dr Mansur dan Jl Setiabudi, depan Sekolah Syafiyyatul Amaliyah.

1 comment: